MATERI EXCHANGE OF KNOWLEDGE 20 NOVEMBER 2012

Assalamu'alaikum Wr Wb

Wassholatu Wassalamu 'ala ashrofil anbiya' i wal mursalin, sayyidina Muhammadin Wa'ala alihi
Washohbihi ajma'in. Ama ba'du.
Puji syukur kehadirat Allah SWT karena limpahan karunianya.
Shalawat serta salam kepada Rasulullah Muhammmad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh
pengikutnya.

Mohon maaf sebelumnya kepada para alim ulama semua.
Tulisan ini terutama untuk diri saya pribadi. Sekiranya ada yang berkenan, penulis berterima kasih sekali. Jika ada perbedaan pendapat, mohon maaf sebelumnya.

Promosi Doa:
Disampaikan oleh Yusuf Mansyur dalam Menghafal Al-quran satu hari satu ayat. Tentang hafalan ini, disampaikan bahwa hafal 4 ayat , pahalanya lebih baik bila dibandingkan hadiah Mercedes. Tentang doa selamat: Merupakan doa terbaik (doa sapujagat), bukan hanya tentang permohonan tetapi sampai doa mati supaya khusnul khotimah. Maka sebaiknya doa selamat ini dibaca setiap hari….di dalamnya ada wataubatan qablal maut……dst……

Mari berdoa:
DOA SELAMAT.

Usul: Dengan adanya rencana EK 4 kali seminggu: Kultum senin dan pembacaan Riyadush Shalihin dimasukkan EK dengan pengeras suara. Hal ini dalam rangka optimalisasi waktu dan mengikuti kebijakan tentang materi EK sebaiknya bukan kultum, sehingga senin dan kamis yang suka kultum, bisa EK di mushola, kemudian selasa- rabu untuk materi lain bisa EK di Aula. Kecuali kultum tetap diperbolehkan. Hidup KULTUM…..

A. LARANGAN DZALIM
Ancaman bagi orang yang dzalim :
Menurut syariat Islam, orang yang tidak berbuat zalim bisa saja terkena siksaan, keyakinan ini berdasarkan dalam salah satu ayat. Allah berfirman: (Al-Anfaal 8:25).
Ayat tersebut berisi peringatan untuk berhati-hati (hadzr) akan azab yang tidak hanya menimpa yang zalim saja, tetapi menimpa secara umum baik yang zalim maupun yang tidak zalim. Karena itu secara syar’i, wajib hukumnya bagi orang yang melihat kezaliman/kemunkaran dan mempunyai kesanggupan, untuk menghilangkan kemunkaran itu.


Kategori :

Kezaliman dibagi menjadi 2 kategori, menzalimi diri sendiri (dosa dan maksiat) dan orang lain (menyia-siakan atau tidak menunaikan hak orang lain yang wajib ditunaikan). Kezaliman itu ada tiga macamnya di antaranya adalah:
  1. Kezaliman yang tidak diampunkan Allah, yaitu syirik.
  2. Kezaliman yang dapat diampunkan Allah, perbuatan seseorang hamba terhadap dirinya sendiri di dalam hubungan dia terhadap Allah.
  3. Kezaliman yang tidak dibiarkan oleh Allah, perbuatan hamba-hamba-Nya di antara sesama mereka, karena pasti dituntut pada Hari Akhir oleh mereka yang dizalimi.

Sumber: http://azkiahidayah.blogspot.com/2012/02/pengertian-dzalim.html

B. Kewajiban Untuk Tolong Menolong dalam Kebaikan dan Taqwa
Firman Allah dalam QS Al-Maidah : 2;
…..Wa ta’awanu ‘alal birri wat-taqwa…..
Artinya:
…….Tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan taqwa…...

C. Kaitan LARANGAN DZALIM dan Kewajiban Untuk Tolong Menolong dalam Kebaikan dan
Taqwa dengan Nilai- Nilai Kementerian Keuangan.
Dalam rangka melaksanakan nilai-nilai (values) Kementerian Keuangan, yaitu : Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan dan Kesempurnaan serta sebagai wujud nyata pelaksanaan tata kelola pemerintaah yang baik (good governance), maka Direktorat Jenderal Pajak secara konsisten melakukan pengawasan internal terhadap para pegawainya.
Kita ambil salah satu nilai, yaitu:


Nilai Perilaku utama: Integritas 1. Bersikap jujur, tulus dan dapat dipercaya.

Kaitannya LARANGAN DZALIM dan Kewajiban Untuk Tolong menolong dalam Kebaikan dan Taqwa dengan Nilai- Nilai Kementerian Keuangan untuk contoh Perilaku Utama diatas adalah:
Tulus menolong teman maupun wajib pajak yang membutuhkan. Apabila kita tidak membantu, maka masuk kategori dzalim yang dimaafkan Allah (InsyaAllah) asalkan karena kita tidak tahu dan tidak mengerti maknanya. Tetapi apabila setelah kita ingatkan, minimal dengan tulisan ini tetap tidak membantu, maka menurut pandangan penulis, masuk kategori dosa. Dalam tolong menolong ini tidak perlu saling menunggu ARnya siapa atau Waskon berapa. Setiap ada WP yang datang, maka ditanya dulu keperluan apa dan mau ketemu siapa. Kemudian diantar ke tempat yang dituju. Dengan demikian maka WP merasa dihargai dan diberikan pelayanan prima. Tidak harus menunggu satpam atau CS. Mulailah hal baik dari diri sendiri, mulai hal terkecil dan mulai sekarang. Penulis sendiri meyakini bahwa kadar keimanan seseorang dipupuk/ dihimpun dari kumpulan pahala. Semakin banyak pahala, maka semakin tinggi imannya…Tentunya harus ditimbang pula dosanya. Intinya, carilah pahala sebanyak- banyaknya. Jangan melihat masalah itu besar atau kecil. Besar atau kecilnya masalah tergantung penafsiran masing- masing orang.

D. Kaitan LARANGAN DZALIM dan Kewajiban Untuk Tolong menolong dalam Kebaikan dan Taqwa dengan Nota Dinas, Surat Tugas, Surat Keputusan dan Undang- Undang (Firman Allah VS Peraturan yang Dibuat manusia).
Kita jangan membuat justifikasi bahwa Budaya lama buruk semua sehingga harus diubah dengan budaya baru. Salah satu budaya baru setelah remunerisasi adalah budaya Siap dan Sendiko Dawuh. Seolah- olah uang adalah segalanya dan menjadikan pegawai pajak adalah robot. Bayangkan saja, sakit malah TC dipotong karena tidak bisa finger print , bukannya diberi tunjangan…..Kebijakan ini dzalim tidak? Mari kita renungkan bersama.
Belum lagi banyak aturan manusia yang telah melenceng dari Firman Allah.
Saran untuk kita semua: Sholatlah istikharah sebelum membuat keputusan, apalagi keputusan yang menyangkut orang lain. Jangan sampai menjadi dzalim yang tidak sengaja dan justru berdosa. Semoga Allah menunjukkan jalan yang lurus.

E. Wawasan untuk saling mengingatkan
Awalan:
Pepatah: Intan keluar dari mulut siapapun maka akan tetap intan. Maka hargailah pembicaraan orang. Pepatah: Jangan lihat siapa bicara, tapi dengarlah apa kata. Disini, saya menyampaikan beberapa rangkuman dari ulama waskita untuk kita renungkan bersama. Saya menyampaikan dapat poin pahala, begitu pula ulamanya dan kita semua nantinya yang turut serta mau menyampaikan.
Istilah disini adalah menambah wawasan dan cara berfikir kita. Sehingga kita ada alternative. Pokok yang penting adalah dalam agama adalah nafsi- nafsi dan La ikhraha fiddin (masing –masing dan tidak ada paksaan dalam agama). Mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan………
1. Tentang hujatan kepada para wali songo….Salah satunya….kalau mengaku orang baik, kenapa
Sunan Kalijaga bersemedi tidak sholat dan malah mencuri.
Jawaban: apakah bersemedinya dan mencurinya sebelum / sesudah masuk islam?????
Poin :
a. Orang yang tidak tau ilmu dan menyampaikan dengan adanya penarikan kesimpulan, maka akan menjadi fitnah dan suudzan. Disini saya tidak akan mengambil kesimpulan, hanya menyampaikan apa yang disampaikan ulama yang waskita. Maka, kesimpulan kita ambil sendiri.
b. Lihatlah kelebihan orang lain, jangan hanya kejelekannya. Bagaimana peran kita dibanding para wali songo ini. Mereka:
  • Penyebar agama islam, berapa manusia yang masuk islam karena upaya mereka?
  • Pemersatu islam…sehingga kerajaan mataram islam dan berimbas sekarang islam berkembang di Indonesia.
  • Apakah kita bisa hidup nyaman sekarang tanpa peran mereka? Hargailah jasa- jasa mereka.
  • Apakah iman kita lebih baik dari mereka sehingga kita berani menghujat? Intinya intropeksi diri. Nilailah diri sendiri, sebelum menilai orang lain.
  • Tinggalan yang baik: Lir ilir…..Penekno blimbing kui, Lunyu-lunyu penekno kanggo basuh dodotiro…Blimbing sisinya lima buah…sholat lima waktu…lunyu artinya susah…tetap harus dikerjakan untuk membersihkan hati kita. Sholat mencegah perbuatan keji dan munkar.


Lagu lain: “ dondong opo salak Duku cilik-cilik. Ngandong opo mbecak Mlaku timik-timik”
dondong opo salak, duku cilik-cilik” 
Dondong (kedondong) adalah buah yang kulit luarnya halus, namun daging buahnya kecut, isinya besar-besar dan berserabut. Buah ini menggambarkan seseorang yang hanya bagus penampilannya luarnya, sedang hatinya buruk, banyak memendam rasa iri, dengki, dan penyakit-penyakit hati lainnya.
Salak, adalah buah yang kulitnya keras, bahkan sering tangan orang terluka ketika mengupasnya. Namun, isinya manis, banyak orang yang suka memakannya. Buah ini menggambarkan orang yang buruk penampilan luarnya, namun hatinya begitu bersih dan suci.
Duku, adalah buah yang kulitnya halus, ibuahnya pun enak dimakan, akan tetapi isinya pahit. Buah ini menggambarkan seseorang yang memiliki kepribadian unggul, hendaknya kita seperti buah duku, bagus dari segi penampilan dan hatinya. Meskipun kadang terasa pahit dalam menjalani (susah).
"Ngandong opo mbecak, mlaku timik-timik"
Ngandong, kita dan sopir enak..sedangkan kudanya di depan kepayahan. 
Mbecak, kita penumpang enak, sedangkan tukang becaknya kepayahan. Maka lihatlah ke depan dan kebelakang, apakah kesenangan kita menimbulkan kesengsaraan orang lain atau tidak (sesuai Mlaku timik-timik).

2. Tentang hujatan kepada aliran islam yang lain.
  • Sama dengan poin diatas intropeksi diri dulu.
  • Kita kaji dulu secara mendalam. Kita harus mengetahui musuh, lebih baik daripada mereka memahami diri mereka sendiri.
  • Ajaklah dengan kebaikan….jangan sampai kita yang merasa islamnya khaffah kalah baik dari mereka. Tunjukkanlah dengan contoh real. watawa saubil haq, watawa saubishshabr. Terangkanlah, daripada ikut aliran- aliran sungai, kenapa tidak masuk saja ke sungainya sekalian= islam yang khaffah.


3. Tentang mengejar yang sunnah dan melupakan yang wajib
  • Di masjid, demi mengejar shaf terdepan, kita melewati orang- orang dengan kurang sopan. Apa salahnya menunduk, amit- amit, permisi? Dan terbaik adalah datang awal. Sedangkan yang wajib adalah menghargai orang lain.
  • Di masjid, kita melaksanakan sunnah yang secara tidak sengaja mengganggu kekhususan orang lain…..Takbir dengan tangan terlalu lebar sampai mengenai sebelahnya. Sunnah membaca lirih, tapi justru terdengar sampai shaf paling belakang, dll. Sedangkan yang wajib adalah shalat dengan khusyu.
  • Anjuran: jangan mempertentangkan sunah/ hal yag kecil yang dampaknya menimbulkan kita berbuat dzalim/ menyakiti orang lain. Dan penerapan sunah jangan sampai bertentangan dengan kewajiban.


4. Mudah menjustifikasi syirik, bidah dsb….
Harus tau ilmunya dulu, jangan menjadi fitnah dan suudzan.

5. Gelar Sayidina untuk Rasulullah Muhammmad SAW, tidak perlu dipertentangkan. Rasulullah sendiri menyanjung Siti Aisyah dengan yang pipinya kemerah- merahan. Artinya, beliau suka memuji, apa salahnya kita memuji beliau.

6. Mimpi bertemu Rasulullah dianggap tidak valid/ mengada- ada. 
Silahkan ditelaah, dua orang khafidz Al-qur’an saat kultum di Kanwil DJP DIY menyatakan mimpi bertemu Rasulullah tidak mungkin tertipu dengan jin dan makhluk lain. Mereka pernah mengalami dan setelah itu Alhamdulillah kehidupan mereka menjadi lebih baik. Monggo yang beranggapan kurang setuju. Apa salahnya, selain doa sebelum tidur kita tambah Al- Ikhlas dan Sholawat? Mana yang melanggar syariat? Jangan justru kita menyebarkan fitnah……


Keenam hal tersebut sebagai bahan perenungan kita bersama. Baik dari Allah, salah adalah karena kebodohan saya.

Shadaqallahul'adzim
Wallahu a'lam bish-shawab
Wabillahi taufiq walhidayah wassalamuala mursalin walhamdulillahirabbil alamin

Wassalamu'alaikum Wr Wb

Comments