Sunday, July 21, 2013

Pangeran Purbaya dari Mataram

Assalamu'alaikum Wr Wb
Alhamdulillahirobbil alamin.
Wassholatu Wassalamu 'ala ashrofil anbiya' i wal mursalin, sayyidina Muhammadin Wa'ala alihi
Washohbihi ajma'in. Ama ba'du.

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena limpahan karunianya.
Shalawat serta salam kepada Rasulullah Muhammmad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh
pengikutnya.

Salam sejahtera bagi kita semua.

Mohon maaf sebelumnya kepada para alim ulama semua.
Tulisan ini terutama untuk diri saya pribadi. Sekiranya ada yang berkenan, penulis berterima kasih sekali. Jika ada perbedaan pendapat, mohon maaf sebelumnya.

Kali ini saya ingin menyampaikan mengenai Kepedulian kita untuk membantu pengelolaan makam Wotgaleh ini supaya lebih baik.


Sejarah:

Nama aslinya adalah Jaka Umbaran. Ia merupakan putra dari Panembahan Senopati yang lahir dari istri putri Ki Ageng Giring.

Babad Tanah Jawi mengisahkan, Ki Ageng Giring menemukan kelapa muda ajaib yang jika airnya diminum sampai habis dalam sekali teguk, akan menyebabkan si peminum dapat menurunkan raja-raja tanah Jawa. Tanpa sengaja air kelapa muda itu terminum habis oleh Ki Ageng Pamanahan yang bertamu ke Giring dalam keadaan haus.
Ki Ageng Pamanahan merasa bersalah setelah mengetahui khasiat air kelapa ajaib itu. Ia lalu menikahkan putranya, yaitu Sutawijaya dengan anak perempuan Ki Ageng Giring. 
Putri Ki Ageng Giring kemudian melahirkan Jaka Umbaran (diumbar dalam bahasa Jawa artinya “dilepas ke dunia luar sendiri”). Setelah dewasa Jaka Umbaran pergi ke Mataram untuk mendapat pengakuan dari ayahnya. Saat itu Sutawijaya sudah bergelar Panembahan Senopati. Melalui perjuangan yang berat, Jaka Umbaran akhirnya berhasil mendapat pengakuan sebagai putra Mataram dengan gelar Pangeran Purbaya.
Sumber: 

Mengapa banyak hal istimewa (karomah) di Makam Wotgaleh?
1. Lokasi ini merupakan lokasi yang diberkati Allah SWT. 
Kisah:
Beberapa tahun kemudian Joko Umbaran atau Pangeran Purbaya teringat lagi akan pesan ibunya untuk meluhurkan pepundennya. Maka bertepatan dengan hari Senin Kliwon Pangeran Purbaya bersama para pengawalnya berangkat ke Giring dengan maksud untuk memindahkan kerangka almarum ibunya. Setelah kerangka dimasukkan ke dalam peti, Pangeran Purbaya bersama rombongan lalu berjalan ke arah barat. Namun, ketika mereka sampai di Desa Badung tiba-tiba ada cahaya yang cepat bergerak dan akhirnya jatuh di depan Pangeran Purbaya. Oleh Pangeran Purbaya cahaya itu dianggap sebagai wahyu yang menandakan bahwa sang ibu harus dikuburkan di tempat jatuhnya cahaya.Kerangka Rara Rembayung lalu dimakamkan tepat di tempat jatuhnya wahyu. Setelah itu Pangeran Purbaya berkata kepada para pengiringnya, “Gandheng papan kene ngemu rasa lan anggonku menggalihake wus suwe banget, ndak jenengke pasarean Wotgaleh. Besuk kanggo sejarah kawula kabeh.” (Oleh karena tempat ini mengandung makna rasa dan aku pun sudah lama memikirkan untuk meluhurkan pepunden ibuku, maka makam ini kuberi nama Wotgaleh. Kelak makam ini akan menjadi tempat ziarah orang banyak).


2. Lokasi ini merupakan makam suci karena di dekatnya ada masjid yang sering untuk sholat serta airnya InsyaAllah selalu mengalir, tidak pernah kering.
3. Sebagai pengingat untuk tidak dilupakan, karena letaknya di pinggir kota Yogyakarta. Sekarang kita ketahui jarang dikunjungi Keraton Yogyakarta. Selain itu, makam ini tidak sebagus makam lain di Kotagede maupun Imogiri, padahal secara sejarah Pangeran Purboyo juga merupakan orang hebat yang bisa disejajarkan dengan tokoh- tokoh di makam tersebut.

Hikmah:
  1. Kita tidak perlu merengek untuk meminta belas kasihan Keraton Yogyakarta supaya mengucurkan perhatian berupa dana dan usaha. Sudah berterima kasih dengan pemberian selama ini. Kita bangun sendiri saja makam Wotgaleh ini. Karena itu, mohon bagi yang berkenan dari khususnya keturunan Trah Pangeran Purboyo dan umumnya bagi masyarakat yang perduli dengan Makam Wotgaleh ini untuk turut membantu pembenahan makam ini. Bisa dana, bisa tenaga. Jika saatnya tiba, akan kita umumkan bagaimana metode perbaikan makam ini.
  2. Mengingat perjuangan keras Pangeran Purbuyo untuk memperoleh pengakuan dari Panembahan Senopati, maka mohon untuk tidak melupakan trah keturunan Pangeran Purboyo. Harap yang sudah punya surat kekancingan dan tahu alur silsilah sampai dengan saat ini untuk dapat mengelolanya. Saya sarankan bisa dikelola oleh Juru Kunci makam ini. Gunanya adalah untuk menyambung tali silaturahmi dan semoga bisa menuju item no 1 diatas, yaitu untuk membantu pengelolaan makam Wotgaleh ini supaya lebih baik. Atau bisa saya bantu jika disampaikan melalu blog ini atau ke alamat email saya.

Yang sedikit ini semoga ada manfaatnya.
Shadaqallahul'adzim
Wallahu a'lam bish-shawab
Wabillahi taufiq walhidayah wassalamuala mursalin walhamdulillahirabbil alamin

Wassalamu'alaikum Wr Wb



27 comments:

FASILITATOR IDOLA said...

Kalau boleh tahu, siapa saja trah / anak cucu Pangeran Purbaya yang masih hidup sekarang. Atas Infonya saya ucapkan banyak terima kasih

MARI BERBAGI said...

banyak, terutama di daerah sekitar makam Wotgaleh. Sudah sampai grat 13. Cuman, yang keturunan langsung saya malah tidak tahu (dari permaisuri). Kemungkinan, malah tinggal di daerah Purbayan. Njenengan bisa cari sendiri atau jika berkenan, bisa JAPRI ke emailarief@yahoo.com atau emailsetiawan@gmail.com. Ada kemungkinan ybs tidak mau dipublikasikan soalnya. Thanks

FASILITATOR IDOLA said...

Apakah ada silsillah yg menggambarkan sampai grad yg ke 13 ini?
Mhn maaf saya sangat tertarik utk mengetahui lbh jauh ttg trah purbaya ini.

MARI BERBAGI said...

tolong pm ke ke emailarief@yahoo.com atau emailsetiawan@gmail.com. Thanks

As Vicx said...

Yo jelas gk onok seng ngopeni,,pangeran purboyo makame bkn di wotgaleh..tapi dikalisoka-tegal

Edi Darmawan said...

saya tau turunan dari kalisoka.
keatas saya: siti zaenun - H Dimtayi Duan - Haji Ismail - keatasnya lagi sampai Pangeran Purbaya saya gak tau.
hadeuhh...

MARI BERBAGI said...

@As Vick. Ya, selain ada beberapa versi cerita, ada beberapa nama Pangeran Purbaya, tetapi orangnya berbeda.

@Edi Darmawan. Mohon maaf, saya juga mengalami kesulitan. Di tepas darah, konsepnya manual. Jadi harus pinjam kekancingan Saudara lain, baru dicatat nomor dan ditelusuri trahnya. Semoga kelak bisa computerize.

antonius setiawan said...

sy jg generasi ke 13 klo diliat dr serat kekancingan yg dimiliki alm. nenek. ayo saling berbagi info....menyambung silaturohmi.

rosyid said...

Saya jg baru ngurus di tepas darah dalem. Proses bisa 6bulan lebih.

rosyid said...

Salam om, saya gen ke 10 dari kekancingan yg br dalam proses. Dari panembahan senapati, purbaya I, purbaya II, purbaya IV..dst

MARI BERBAGI said...

@antonius dan @rosyid, boleh email copy kekancingan dan alamat?

Thanks be4. Siapa tahu kita bisa saling mendekta. Banyak juga dari Saudara lain yang mengalami kesulitan serupa. Semoga dimudahkan.

merlis orchestra said...

Yang di tegal sama nama beda orang

merlis orchestra said...

Nanti kapan2 kita ke tepas darah dalem atau menghadap gusti prabukusumo utk gagasan sistem computerize nya

merlis orchestra said...

Yang di tegal sama nama beda orang

Fery Setioko said...

Bagi2 infonya dong untuk pangeran pubaya saya sudah sowan ke makam beliau

Fery Setioko said...

Alamat email ferysetioko89@gmail.com
Thanks saya masih asli keturunan kanoman bantul yogyakarta

Fery Setioko said...

Alamat email ferysetioko89@gmail.com
Thanks saya masih asli keturunan kanoman bantul yogyakarta

Fery Setioko said...

Bagi2 infonya dong untuk pangeran pubaya saya sudah sowan ke makam beliau

Fery Setioko said...

Bagi2 infonya dong untuk pangeran pubaya saya sudah sowan ke makam beliau

rimawan wawan said...

Assalamualaikum wbr,
Saya tertarik dengan trah pangeran purboyo , Mohon siapa kiranya yg sudi menjelaskan kepada saya , mohon kirim email ke pedan2002@yahoo.com . Terimakasih sebelumnya , wassalamualaikum wbr

Akhmad Briamawan Wakhid said...

Assalmu'alaikum...
Saya jg turun ke-12 dr Panembahan Purboyo dan turun ke-13 dr Panembahan Senopati

Bulan lalu Saya berziarah ke Makam beliau, dan alhamdulillah makam di sana ckup terawat.

Suasana Masjid Sulthoni nya jg adem ayem buat sholat.

Salam guyub rukun sedoyo trah Panembahan Purboyo.

NUR Cholik said...

Saya ikut belajar sejarah ttg pangeran purboyo dan ingin mengetahui silsilahnya. Andai ada yg berkenan untuk memberi bimbingan. tetang bukti bahwa seorang itu masih ada garis keturunan dari kanjeng pangeran purboyo itu selembar surat atau pusaka atau cerita dari orang tuanya..? jika ada yg salah dan tidak berkenan karna keterbatasan saya dalam menulis saya mohon maaf yg sebesar besarnya.

NUR Cholik said...

Sebelumnya saya ingin cerita tentang pengalaman sodara saya yg berkunjung ke makam pangeran puboyo di dearah tegal kusuanya kali soka dan ada yg memberinya dua lembar daun dengan orang yg tidak di kenal dan diapun akirnya bertanya pada juru kunci di makam tersebut tp apa arti dua lembar daun ini tp juru kunci makam tersebut tidak mau menjelaskn hanya tersenyum dan bicara carilah orang yg mampu mebuka surat itu dan akan memperlihatkan isi tulisan itu. Alhasil sudah berapa puluh orang pintar dia datangi tp tidak mampu jangankan membuka memegangpun tidak kuat lama2 tp alhamdulilah ada satu ora yg mampu membukanya dan isinya basmalah. Disini saya ingin bertanya mungkin ada yg tau tetang isi kandungan basmalah..? Mohon bibinganya para guru yg saya hormati..

NUR Cholik said...

Sebelumnya saya ingin cerita tentang pengalaman sodara saya yg berkunjung ke makam pangeran puboyo di dearah tegal kusuanya kali soka dan ada yg memberinya dua lembar daun dengan orang yg tidak di kenal dan diapun akirnya bertanya pada juru kunci di makam tersebut tp apa arti dua lembar daun ini tp juru kunci makam tersebut tidak mau menjelaskn hanya tersenyum dan bicara carilah orang yg mampu mebuka surat itu dan akan memperlihatkan isi tulisan itu. Alhasil sudah berapa puluh orang pintar dia datangi tp tidak mampu jangankan membuka memegangpun tidak kuat lama2 tp alhamdulilah ada satu ora yg mampu membukanya dan isinya basmalah. Disini saya ingin bertanya mungkin ada yg tau tetang isi kandungan basmalah..? Mohon bibinganya para guru yg saya hormati..

NUR Cholik said...

Saya ikut belajar sejarah ttg pangeran purboyo dan ingin mengetahui silsilahnya. Andai ada yg berkenan untuk memberi bimbingan. tetang bukti bahwa seorang itu masih ada garis keturunan dari kanjeng pangeran purboyo itu selembar surat atau pusaka atau cerita dari orang tuanya..? jika ada yg salah dan tidak berkenan karna keterbatasan saya dalam menulis saya mohon maaf yg sebesar besarnya.

Bayu Endronotonegoro2 said...

Saya sering ke makam Wotgaleh karena Bapak & leluhur saya dimakankan satu ruangan dengan Pangeran Purbaya.

Muhtadi Rizal Sutopo said...

Ada gak anak keturunan pangeran purbaya kalisoka tegal yang lari ke daerah brebes