Saturday, August 3, 2013

ACARA ISLAMI dan EKONOMI SYARIAH HIKMAH AKSI INDOSIAR 04 AGUSTUS 2013


Assalamu'alaikum Wr Wb
Alhamdulillahirobbil alamin.
Wassholatu Wassalamu 'ala ashrofil anbiya' i wal mursalin, sayyidina Muhammadin Wa'ala alihi
Washohbihi ajma'in. Ama ba'du.
Puji syukur kehadirat Allah SWT karena limpahan karunianya.
Shalawat serta salam kepada Rasulullah Muhammmad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh
pengikutnya.

Salam sejahtera bagi kita semua.

Mohon maaf sebelumnya kepada para alim ulama semua.
Tulisan ini terutama untuk diri saya pribadi. Sekiranya ada yang berkenan, penulis berterima kasih sekali. Jika ada perbedaan pendapat, mohon maaf sebelumnya.

Melihat acara- acara islami. Selama ini ada pemikiran bahwa ustadz di televisi kurang ikhlas dan kadang cenderung munafik. Memanfaatkan islam demi memperoleh keuntungan pribadi. Dari honor maupun iklan. Apabila kita ambil hikmah dari sisi yang lain, maka kita bayangkan suatu saat di TV acaranya isinya islami semua, betapa indahnya. Lebih bagus isinya tauziah atau kartun islami. Daripada sinetron dan kartun spongebob.

Salah satu materi lain dari Laili, tentang Ekonomi Syariah.
Kajian:
Apakah ekonomi syariah adalah ekonomi yang dijalankan bank syariah? Tentu  bukan. Tetapi, salah satu pendapat yang tepat adalah bank syariah tidak mungkin membiayai tempat maksiat. Akan tetapi, bank syariah selama ini masih banyak kekurangan, yaitu:

  1. Kepada pengelola dana, banyak cerita miris dari mereka. Apabila usaha rugi, maka dari bank tersebut memperlakukan dengan kurang manusiawi. Introgasinya sangat mengenaskan/ menyakitkan.
  2. Banyak penyimpan dana justru dari kalangan non islam. Apakah ini bukan kemunafikan? Bukankah ini menunjukkan bahwa tujuan sebenarnya hanya mencari untung dengan memanfaatkan nama islam. dengan tingkat pengembalian yang besar, maka siapapun tertarik untuk menginvestasikan uangnya.
  3. Kenapa harus melawan pemerintah? Cobalah sejalan, apabila bank negara masih banyak kekurangan, bukankah seharusnya diluruskan? Bukan malah dihancurkan. Seperti halnya, beda pendapat soal sholat maka membangun masjid baru dengan egonya. Hati2, ini justru bisa memecah belah umat. Lihatlah, masjid hanya ramai saat shalat jumat dan shalat ied. padahal, masjidnya bertingkat- tingkat. Cobalah untuk saling menghargai dengan hanya beberapa masjid tetapi jamaahnya banyak. Bangunlah masjid di tempat yang halamannya luas, sehingga tinggal menambah terpal saat shalat jumat/ied. Tidak mubazir. Cobalah saling menghargai, hanya karena tidak sejalan dengan takmirnya, terus membangun masjid baru atau membuat aliran baru. Maka, kita yang masih sadar, mari kita rangkul mereka supaya mau bersatu. "Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh". Bayangkan jika kita memasuki islam secara kaffah, tanpa terkotak- kotak. Beda pendapat boleh, tetapi harus saling menghargai. Seperti halnya FPI yang mau dibubarkan. Bukankah seharusnya diluruskan? Setiap sweeping harus didampingi masyarakat dan polisi? Lihatlah jasa mereka, jangan hanya kekurangannya. Bayangkan tempat maksiat akan merajalela tanpa jasa mereka. Apakah kita bisa seberani mereka? 
Semoga suatu saat bisa saling bersinergi dan saling menghargai.

Yang sedikit ini semoga ada manfaatnya.
Shadaqallahul'adzim
Wallahu a'lam bish-shawab
Wabillahi taufiq walhidayah wassalamuala mursalin walhamdulillahirabbil alamin

Wassalamu'alaikum Wr Wb

No comments: