Thursday, May 1, 2014

Sengsara Membawa Nikmat

Kisah Rasulullah, Nabi Yusuf, Nabi Ayub, Nabi Musa, dll.

Di balik kesusahannya, apabila bisa mengambil hikmahnya dan percaya takdir Allah, maka kemudian memperoleh takdir terbaik dari Allah SWT.

"Kesengsaraan, Kegagalan, Kesusahan harus dimaknai sebagi ujian. Kemudian kita akan bangkit dan menjadi manusia yang lebih baik. Semakin menuju kepada manusia yang semakin baik, maka akan memperoleh ujian yang semakin besar pula. Bagaimana jika dengan ujian kecil saja kita sudah menyerah? Maka kita akan tetap menjadi kecil".

Apabila kita kelompokkan perilaku manusia sekarang (2014):

  • Sebagian kecil adalah orang jahat.......persentase sangat kecil. Disini istilahnya sepeda rusak yang tidak bisa diperbaiki, maka harus dibuang. Inilah takdir Allah, sudah banyak orang kafir dulu yang telah dihancurkan Allah. Apabila saat ini, pengadilan, kepolisisan, pemerintahan tumpul, maka Allah yang akan menghukum dengan bencana. Akhirnya, akan ada manusia lain yang tidak bersalah yang mati konyol terkena imbasnya. Ini hukum alam yang tidak bisa dihindari.
  • 1:10, perbandingan manusia biasa dengan manusia baik level biasa. Disini mencari aman sendiri, hidup dengan baik dengan taat peraturan sembari mengharapkan orang lain juga taat, sehingga kehidupan akan normal.
  • 1:100, perbandingan manusia biasa dengan baik level lumayan. Menyumbangkan 2,5 zakat mal. Sambil berharap mampu meringankan penderitaan sesamanya. Melaksanakan yang wajib.
  • 1:1000, perbandingan manusia biasa dengan baik level tinggi. Menyumbangkan 2,5 zakat mal, ditambah membantu bidang lain. Melaksanakan yang wajib ditambah yang sunah.
  • 1:100.000, perbandingan manusia biasa dengan baik level puncak. Menyumbangkan 2,5 zakat mal, ditambah membantu bidang lain, dan hidup sederhana. Membantu orang lain sesuai kemampuan dan persepsinya. Ini sudah figur yang sangat baik. Apabila terjun terlalu jauh khawatir akan ikut terjerumus. Mencoba memurnikan akidahnya.
  • 1:1.000.000, perbandingan manusia biasa dengan baik level sempurna. Menyumbangkan 2,5 zakat mal, ditambah membantu bidang lain, dan hidup sederhana. Membantu orang lain dengan sedikit dipaksakan dan membantu orang sesuai kebutuhan orang tersebut. Membina karakter. 
  • 1: 1.000.000.000 perbandingan manusia biasa dengan baik level malaikat. Kalam dari Allah, tetapi tidak diajarkan, hanya untuk diri sendiri dan keluarga atau sedikit kaumnya. Selalu berbuat baik, tanpa dosa dan cela. Ini contohnya nabi- nabi.
  • 1:1.000.000.000.000 perbandingan manusia biasa dengan baik level tuhan. Kalam dari Allah, dan disampaikan kepada seluruh umat, perpanjangan tangan Allah. Contohnya: Nabi Isa, Rasulullah Muhammad, Nabi Zulkifli (Sidharta Gautama di Buddha). Terkadang sampai disembah.

Ini hanya gambaran. Persentasenya relatif. Lalu, kita tinggal memilih yang mana. Semua sesuai kemampuan dan kemauan kita. Hati kita terketuk sejauh mana?

Semoga, orang- orang baik bisa bersinergi kelak. Sehingga, surga dunia bisa terbentuk kini, tanpa menunggu hari akhir kelak.
Amin


No comments: